




.
JEMAAT GMIM PETRA KINILOW WILAYAH KAKASKASEN TOMOHON Komisi Pelayanan Kategorial Pemuda Jemaat "Petra" Kinilow Jl. Raya Tomohon-Kinilow Kel.Kinilow Kec. Tomohon Utara Kota Tomohon
Inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.





Bacaan : Mazmur 88
Nats: Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena
anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati
(Pengkhotbah 9:4)
Judul:
MENGHARGAI KEHIDUPAN
Anak lelaki itu terlahir cacat tanpa dua tangan. Dua kakinya pun
tak sempurna, tak cukup kokoh untuk menopangnya berdiri. Apabila
"berjalan", ia harus menggulingkan badannya di lantai. Namun, yang
membuat saya terkesan tatkala melihatnya melalui tayangan televisi
adalah sorot matanya. Tegas. Berani. Gigih. Di panti penampungan
itu, ia disayangi dan dilatih untuk mandiri. Dengan jemari kakinya
yang mungil, ia mampu memakai dan melepas baju, makan, menggosok
gigi, menulis, melukis. Ia dibuang orangtuanya sewaktu bayi. Kini
usianya sudah 10 tahun. Kehidupan tidak ramah kepadanya, tetapi ia
menjalaninya dengan tangguh.
Orang Yahudi di masa Perjanjian Lama sangat menghargai kehidupan.
Sebab, hanya ketika hiduplah manusia dapat berkiprah ini dan itu. Di
alam maut, semua nihil dan mustahil. Maka, umur panjang dipandang
sebagai berkat dan kemuliaan (Amsal 3:16). Hidup lebih baik daripada
mati. "Anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati, " kata
Pengkhotbah. Jika Tuhan berkenan, hidup patut dipertahankan dan
diperjuangkan. Bahkan ketika penyakit mengancam, doa dan pengharapan
untuk hidup tak boleh surut. Pergumulan ini tertuang jelas dalam
Mazmur 88. Dalam menghargai hidup, ada perjuangan untuk
mempertahankan dan menjalaninya.
Apakah kita menghargai kehidupan? Bagaimana dengan kenyataan banyak
janin digugurkan? Bom teror diledakkan? Penggunaan narkoba yang
mempertaruhkan masa depan dan nyawa? Apalagi kecenderungan bunuh
diri? Menghargai kehidupan memang butuh perjuangan. Ketangguhan
bocah cacat itu menggugah sekaligus menantang. Hidup karunia Tuhan
layak dijalani dengan tangguh --PAD
SIAPA SAJA YANG MENGHORMATI TUHAN, IA MENGHARGAI KEHIDUPAN
SEBAB TUHANLAH PENCIPTA KEHIDUPAN
"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." Matius 25:15
Bacaan : Yohanes 14:15-17, 25-31
Nats: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu
selama-lamanya (Yohanes 14:16)
Judul:
P.S. I LOVE YOU
P.S. I Love You, adalah sebuah novel yang difilmkan. Kisahnya
tentang wanita bernama Holly yang ditinggal suaminya, Gerry, yang
meninggal akibat kanker. Depresi karena kehilangan pasangan hi-dup
yang sangat dicintai membuatnya terus bersedih dan mengurung diri.
Pada hari ulang tahunnya, datang sebuah kaset rekaman dari Gerry.
Isinya, Gerry meminta Holly keluar dan merayakan ulang tahunnya.
Lalu, Gerry berjanji akan mengirim sepuluh surat kepada Holly, yang
masing-masing akan dikirim setiap bulan berikutnya. Surat-surat itu
menyadarkan Holly bahwa ia harus melanjutkan hidup.
Dan, setiap surat diakhiri dengan tulisan P.S. I Love You (N.B. Aku
mengasihimu). Sejak itu, Holly melanjutkan hidupnya dengan ringan,
meski tanpa Gerry di sisinya. Saat ditinggalkan oleh Yesus,
murid-murid juga mengalami perasaan yang serupa dengan Holly.
Dukacita dan kehilangan membuat mereka takut menjalani dan
meneruskan hidup. Namun, Yesus sangat mengasihi mereka. Itu sebabnya
Yesus menjanjikan datangnya Roh Kudus yang menolong mereka (ayat
16), menunjukkan kebenaran (ayat 17), menghibur (ayat 26), mengajar
(ayat 26), mengingatkan mereka (ayat 26), dan memberikan damai
sejahtera (ayat 27). Dengan begitu, mereka dapat melewati segala
sesuatu, walau tanpa kehadiran Yesus secara jasmani di sisi mereka.
Barangkali kita sedang merasa kehilangan atau merasa seorang diri.
Namun ingatlah, kita memiliki Roh Kudus yang akan menolong dan
menyertai, termasuk dalam masa-masa sulit. Izinkan Roh Kudus bekerja
di hidup kita. Kita akan melihat penyertaan-Nya yang luar biasa --GK
TUHAN TIDAK PERNAH MEMBIARKAN KITA SENDIRI
SEPERTI MENJAGA BIJI MATA-NYA, KITA DIJAGAI DAN DIKASIHI
Bacaan : Kidung Agung 8:5-7
Nats: Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak
dapat menghanyutkannya (Kidung Agung 8:7)
Judul:
KEKUATAN CINTA
Kerap orang kemudian mengartikannya sebagai ketundukan yang
memposisikan istri sebagai pelayan dan pengikut kehendak suami
Bilangan 19-21
Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai rektor
Universitas Internasional Columbia demi merawat Muriel, istrinya,
yang mengalami alzheimer atau gangguan fungsi otak. Muriel sudah
tidak bisa apa-apa, bahkan untuk makan, mandi, serta buang air pun,
ia harus dibantu. Pada 14 Februari 1995 adalah hari istimewa-tanggal
itu, 47 tahun lalu, Robertson melamar Muriel-maka ia memandikan
Muriel dan menyiapkan makan malam kesukaannya. Menjelang tidur ia
mencium Muriel, menggenggam tangannya, dan berdoa, "Bapa surgawi,
jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam, biarlah ia mendengar
nyanyian malaikat-Mu."
Paginya, ketika Robertson sedang berolahraga dengan sepeda statis,
Muriel terbangun. Ia tersenyum kepada Robertson. Dan, untuk pertama
kali setelah berbulan-bulan Muriel tak pernah berbicara, ia
memanggil Robertson lembut, "Sayangku ...". Robertson terlompat dari
sepeda statisnya. Ia memeluk Muriel. "Sayangku, kamu benar-benar
mencintaiku?" tanya Muriel lirih. Robertson mengangguk dan
tersenyum. "Aku bahagia." Itulah kata-kata terakhir Muriel sebelum
meninggal.
Alangkah indahnya relasi yang didasarkan pada cinta; tidak ada
kepedihan yang terlalu berat untuk dipikul. Cinta adalah daya dorong
yang sangat ampuh untuk kita selalu melakukan yang terbaik;
menjalani kegetiran tanpa isak, melalui kepahitan tanpa keluh,
melewati lembah kekelaman dengan kepala tegak. Tak heran Salomo pun
mengatakan, cinta kuat seperti maut (ayat 6). Maka, mari kita
me-numbuhkembangkan cinta di hati, untuk melandasi setiap tindakan
dan ucapan kita; di mana pun dan kapan pun --AYA
CINTA ADALAH DASAR YANG KOKOH TEGUH
UNTUK SEBUAH RELASI
Jika saya bicara tentang Allah, Alkitab, dan gereja, tetapi saya gagal untuk menjawab kebutuhan orang lain, maka saya hanya seperti tong kosong berbunyi nyaring.
Jika saya lulus dari sekolah Alkitab dan mengetahui semua jawaban atas segala pertanyaan Anda bahkan yang Anda tidak pernah pikirkan, dan saya memiliki semua gelar untuk membuktikannya, serta jika saya katakan bahwa saya percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa dan kekuatan, dan mengaku bahwa mendapatkan jawaban doa-doa yang luar biasa, namun tidak pernah tahu tentang apa yang membuat orang lain menangis dan tertawa, maka saya bukanlah apa-apa.
Jika saya menjual salah satu dari mobil saya dan beberapa koleksi buku saya untuk disumbangkan kepada anak-anak yang kelaparan dan miskin di suatu tempat, serta saya memberikan hidup saya untuk melayani Tuhan bahkan hingga kehabisan tenaga, tapi saya tidak pernah benar-benar perduli dengan orang-orang di sekeliling saya – ayah, ibu, putra, putri, dan mereka yang terlupakan – maka semua yang saya berikan sia-sia.
Itu semua bukanlah cinta atau kasih. Inilah cinta yang Tuhan maksudkan agar kita hidupi. Itu adalah kesabaran. Kesediaan untuk menunggu.
Cinta membuat Anda membantu orang lain, bahkan ketika yang Anda bantu tidak pernah mengenal Anda. Cinta tidak mencari padang rumput yang hijau. Cinta tidak pernah memegahkan diri. Cinta tidak membangun dirinya untuk menjadi sesuatu, TIDAK!
Cinta tidak melakukan sesuatu yang tidak sopan. Ia tidak berusaha untuk mengambil, namun cinta memberi dengan sukarela. Cinta tidak kehilangan kesabaran. Cinta tidak berubah-ubah pikiran, dia setia. Cinta tidak berpikir betapa sulitnya menghadapi orang lain, dan tentu saja tidak berpikir bagaimana akan menerima balasan atas kebaikannya dari orang lain. Cinta sangat berduka atas ketidakadilan, tetapi ia bersukacita atas kebenaran.
Cinta sedang duduk bersama dengan Anda ketika Anda sedang merasa kecewa dan mengetahui apa yang salah dan harus diperbaiki dalam hidup Anda. Cinta mengetahui perasaan Anda dan percaya pada Anda. Cinta percaya bahwa Anda akan hidup seperti yang telah Tuhan rencanakan, dan cinta membuat Anda bertahan hingga akhir. Ia tidak akan menyerah, berhenti, melemahkan atau pulang.
Cinta bertekun, bahkan ketika Anda merasa semuanya gagal dan sepertinya tidak ada orang yang bersama Anda. Cinta berhasil 100 persen sepanjang waktu.
Inilah Cinta yang sejati itu,
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. ~ 1 Korintus 13: 4-8
Pada suatu ketika hiduplah seorang penatah batu. Setiap hari ia pergi ke gunung untuk menatah batu. Selagi bekerja, ia bersenandung. Meskipun ia adalah orang miskin, ia tidak menginginkan lebih dari pada yang ia miliki, sehingga ia tidak merisaukan dunia.
Suatu hari ia dipanggil untuk bekerja di rumah seorang bangsawan. Ketika melihat keindahan rumah sang bangsawan, untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengalami rasa sakit yang timbul dari suatu keinginan. Ia berkata sambil menghela nafas panjang, "seandainya saja saya kaya, tidak harus bekerja mencari nafkah dengan bercucuran keringat seperti sekarang ini."
Bayangkan, betapa ia keheranan ketika mendengar suara, "Keinginanmu dikabulkan. Mulai sekarang keinginan apapun yang kaupunyai akan dikabulkan." Ia tidak tahu arti kata-kata itu sampai ia pulang ke pondoknya pada sore hari, ia mendapati rumah besar yang indah seperti yang diidamkannya. Ia berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang batu dan menikmati hidup sebagai orang kaya.
Suatu hari, ia melihat Raja lewat, diiringi pengawal dan budak-budak serta dayang-dayang. Ia berpikir, "Saya ingin menjadi Raja, duduk dalam kereta kerajaan yang megah." Keinginannya segera terkabul, ia dengan segera duduk dalam kereta kerajaan yang megah, dengan pengawal-pengawal dan dayang-dayang, tetapi cuaca hari itu sangat panas. Ia melihat keluar dan kagum akan kekuatan matahari yang memancarkan panasnya ke bumi. "Saya ingin menjadi matahari," katanya. Sekali lagi keinginannya dikabulkan. Ia menjadi matahari yang memancarkan panas ke jagat raya.
Pada musim hujan, sang matahari berusaha untuk menerobos segumpal awan tapi tidak berhasil. Maka ia mengubah diri menjadi awan dan berjaya dalam kekuatannya mampu menahan panas matahari, sampai ia menjadi hujan dan berjumpa dengan karang yang tegar.
"Apa ini? Karang lebih kuat dari saya? Kalau begitu saya ingin menjadi karang."
Demikianlah terjadi, ia berdiri tegak menjulang di lereng gunung, tetapi kemudian ia mendengar suara memecah yang aneh di bawahnya. Ia melihat dengan kecewa karena ia melihat manusia bekerja menatah bongkahan batu darinya.
Akhirnya ia kembali menjadi seorang manusia, penatah batu kembali, dengan hati penuh senandung karena ia merasa bahagia dengan apa ia miliki.
Diambil dari website kristen www.akupercaya.com
* Yakobus 4:1-10 Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Bagaimana rasaya disebut sebagai orang yang tidek setia oleh pemimpin gereja Anda di muka umum? Yakobus beberapa kali mengucapkan perkataan-perkataan yang sangat tajam, dan ucapannya dalam Kitab Yakobus 4:4 merupakan salah satunya. Tampaknya ia bukan menghina para pembacanya, tetapi berargumentasi bahwa seseorang tidak mungkin mengasihi Allah dan sekaligus, sebagai contohnya, memiliki karier. Apakah iru sikap seorang pemimpin Kristen? Tidakkah pernyataan ini menciptakan kekristenan yang fanatik? Bukankah Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah mengasihi dunia ini? Jika demikian, salahkah jika orang Kristen melakukan apa yang dilakukan Kristus (di dunia)? Apa yang dimaksudkan Yakobus dengan perkataannya ini?
Bahasa yang digunakan dalam ayat ini sangat keras. Yakobus secara harfiah menyebut para pembacanya "orang-orang yang tidak setia". Hal ini tidak berarti ia hanya menujukan perkataannya kepada para wanita, tetapi ia ingin kita melihat bahwa ia meminjam bahasa Perjanjian Lama. Perjanjian Lama menggambarkan Israel sebagai mempelai perempuan Allah yang ingin memiliki "kekasih-kekasih" lain (perzinahan rohani), dan mendapatkan rasa aman dengan menyembah dewa-dewa lain dan kuasa kegelapan (lihat Yesaya 1:21; Yeremia 3, Hosea 1-3). Berdasarkan istilah mempelai Kristus dalam Perjanjian Baru (2Korintus 11:2; Efesus 5:22-24; Wahyu 19; 21), meminjam bahasa di atas untuk Perjanjian Baru merupakan tindakan yang cukup tepat. "Kekasih-kekasih lain" dalarn pengertian ini adalah "dunia", yaitu nilai-nilai dan tujuan dari budaya mereka.[1]
Orang-orang Kristen yang dimaksudkan oleh Yakobus ingin berhasil dan mendapatkan kedudukan dalam masyarakat, tetapi secara bersamaan mereka adalah para pengikut Yesus. Hal ini serupa dengan apa yang dilakukan bangsa Israel, yaitu mencoba untuk melayani YHVH sekaligus Baal. Israel, khususnya kerajaan Yehuda, tidak pernah memiliki pemikiran untuk berhenti menyembah YHVH. Semua upacara mereka dirayakan dengan seharusnya, dan mereka juga mempersembahkan korban bakaran. Mereka mempekerjakan para imam untuk melakukan hal tersebut. Tetapi pada saat yang sarna umat Israel melayani Baal (dan dewa-dewa lain), bahkan mereka membangun altar di pelataran Bait Allah. Demikian pula orang-orang Kristen yang dimaksudkan oleh Yakobus berusaha untuk mendapatkan kedudukan di dunia, bahkan di antara jemaat (Yakobus 4:1-2; bandingkan 2:2-4).
Yesus menggambarkan situasi yang serupa ketika Dia mengatakan, "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (Matius 6:24) [2]. Masalahnya bukanlah sebaik apa kita dapat melayani seorang majikan, tetapi kita tidak dapat melayani dua majikan. Hal ini tidak mungkin. Pertama karena tenaga manusia itu terbatas. Jika Anda sangat memperhatikan kepentingan Anda, maka Anda tidak akan memiliki cukup tenaga untuk mementingkan Allah dan nilai-nilainya. Jika Anda mementingkan Allah, [3] maka pada saat yang bersamaan Anda tidak akan memiliki cukup tenaga untuk menghargai nilai-nilai yang ada di sekitar Anda. Kita menyatakan apa yang kita hargai melalui pemanfaatan waktu, tenaga, dan uang kita. Kita memiliki semua itu dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan apa yang menjadi perhatian kita. Jika kita mementingkan salah satu aspek, kita tidak dapat mementingkan yang lainnya.[4]
Selanjutnya, kita tidak mungkin melayani keduanya karena keduanya merupakan kekasih yang pencemburu. Sepanjang Perjanjian Lama, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai Pribadi yang menuntut kesetiaan mutlak. Dia adalah seorang suami yang tidak akan membagi istri-Nya dengan orang lain, meskipun hal tersebut hanya terjadi ketika Dia pergi bekeja! Demikian pula Baal (maupun dewa-dewa lainnya) semakin lama memiliki tuntutan yang semakin besar. Perjanjian semula untuk melayani dua tuan perlahan-lahan bergeser menjadi melayani Baal saja karena Baal menyita begitu banyak perhatian sehingga penyembahan kepada YHVH mulai diabaikan. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengungkapkan tuntutan Allah secara mutlak ketika Ia berbicara tentang memikul salib dan mengikut Dia[5]. Seseorang yang akan mengalami kematian di salib telah mempertaruhkan segalanya-kekayaan, reputasi, bahkan kehidupan itu sendiri-sehingga menyebabkan kematiannya: terlepas dari hal itu tidak ada masa depan.
Penyerahan sepenuhnya inilah yang dituntut Yesus dan semua pengikut-Nya. Karena alasan di atas, Perjanjian Baru tidak berbicara tentang persepuluhan - Allah menginginkan seluruh hidup kita (lihat 2Korintus 8:2-5).
Yang dilakukan Yakobus semata-mata adalah meminta para pembacanya untuk menyerahkan diri secara total. Dalam ayat-ayat sebelumnya kita mendapati bahwa para pembaca menggunakan dua cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Yang pertama mereka berselisih satu dengan yang lain, barangkali termasuk bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dalam jemaat Kristen. Kedua, mereka berdoa. Tetapi Yakobus menambahkan bahwa mereka tidak mendapatkan jawaban atas doa mereka. Hal ini disebabkan mereka berusaha memanfaatkan Allah untuk rnencapai tujuan mereka sendiri. Allah menjadi "ayah yang baik" yang mereka manfaatkan untuk memenuhi keinginan mereka, tetapi yang sesungguhnya mereka layani bukanlah Allah rnelainkan keinginan itu. Kedua strategi ini, yaitu saling bersaing dan doa yang penuh rnanipulasi, menunjukkan bahwa rnereka mernentingkan dunia ini. Cara pertama jelas merupakan perselisihan yang bersifat langsung dan terbuka, sedangkan cara kedua terdengar sangat saleh. Meskipun demiikian, komitmen yang mendasari dan akibat yang ditimbulkan sama. Ketika terjadi penindasan, komitmen mereka adalah pada nilai-nilai budaya mereka, bukan pada Allah.
Dengan demikian ayat ini merupakan sebuah peringatan. Mereka telah rnenjadi musuh Allah karena mereka mernentingkan dunia. Apakah rnasih ada harapan? Ayat berikutnya memberitahu kita bahwa Allah memang pencemburu, tetapi kemudian Yakobus melanjutkan dengan menJelaskan bahwa Allah memberikan anugerah-Nya kepada orang-orang yang murah hati. Masih ada harapan jika mereka mau merendahkan diri dan bertobat. Allah siap memberikan anugerah-Nya kepada mereka.
Dapatkah seseorang memiliki karier dan sekaligus melayani Allah? Jawaban Yakobus adalah tidak. Karir atau pekerjaan setiap orang Kristen adalah melayani Allah. Sese orang dapat melayani Allah melalui pekerjaan tertentu, tetapi pekerjaan itu tidak boleh menjadi perhatian yang utama jika orang tersebut benar-benar melayani Allah (dan bukan menjadi musuh Allah). Bagaimana kita dapat membedakan keduanya? Dengan rnengamati apa yang terjadi jika timbul konflik nilai (Konflik itu mungkin mengenai moralitas pribadi, tetapi lebih sering konflik tersebut membahas moralitas dan tujuan secara umum atau komitmen terhadap pekerjaan, misalnya apakah seseorang bersedia pindah pekerjaan). Apakah seseorang mau berkompromi dan melakukan apa yang diharapkan orang banyak (atau budaya yang akademis atau profesional): Ataukah orang itu bersedia kehilangan kedudukan dalam pekerjaannya karena menolak untuk berkompromi? Keputusan ini menunjukkan siapa yang sesungguhnya mereka layani. Jlka demikian, apakah ini merupakan gaya hidup yang tidak mementingkan dunia? Jawaban Yakobus adalah ya. Tentu saja yang dimaksudkannya bukanlah manusia tidak memiliki pengaruh yang praktis dan nyata terhadap dunia (khususnya karena memperhatikan kepentingan orang miskin merupakan bagian yang sangat penting dari tulisannya). Sebaliknya yang dimaksudkannya adalah bahwa seluruh kehidupan dan gaya hidup seseorang ditentukan oleh komitmennya kepada Kristus. Satu-satunya ganjaran yang benar-benar berarti adalah yang berasal dari Kristus. Nilai-nilai yang dihargai seseorang adalah nilai-nilai Kristus. Bagi Yakobus, ini bukan merupakan tahap khusus dari kekristenan; melainkan kekristenan yang murni dan sederhana.
Ayat yang terdapat dalam Kitab Yakobus di atas termasuk dalam ucapan yang sulit, tetapi bukan karena ayat tersebut sulit untuk dimengerti. Ayat tersebut semata-mata menyatakan apa yang tertulis. Masalahnya adalah hati .kita yang bimbang melihatnya sebagai sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Tetapi dalam hal ini Yakobus benar-benar realistis dan tidak mau berkompromi, seperti Yesus Tuhannya.
Setiap kata-kata yang keluar dari mulut Anda memberi pengaruh bagi orang-orang yang berkomunikasi dengan Anda, baik itu pengaruh yang positif atau pengaruh yang negatif.
Kata-kata negatif tentu saja akan memberi pengaruh negatif, sayang nya kadang kita tidak meyadari bahwa kata-kata yang kita ucapkan bisa menghancurkan hidup seseorang. Seorang ibu yang bermaksud baik terus menerus mengomeli putranya bahwa dia pemalas, nakal, nilainya buruk, dan tidak mempunyai masa depan. Percaya atau tidak hal tersebut akan tertanam dalam pikiran anak Anda, dan itulah yang akan didapatkannya, hidup dengan masa depan suram. Dalam hal ini Anda telah mengucapkan kutuk bagi orang lain.
Kita perlu untuk menjaga setiap ucapan yang keluar dari mulut kita, agar tidak menjadi kutuk bagi orang lain, melainkan berkat yang melimpah.
Orang tua berkatikan anak-anak Anda dengan kata-kata berkat yang akan membangkitkan iman dan semangatnya. Nyatakan betapa berartinya anak-anak Anda dan nyatakan hal-hal baik yang tersimpan dalam masa depannya.
Suami sadarilah bahwa kata-kata yang keluar dari mulutmu mempunyai kuasa atas kehidupan istrimu. Dan kiranya kata-kata yang keluar dari mulut suami itu akan memberi sukacita bagi istrimu, sehingga istri akan merasa dihargai dan dikasihi. Salah satu penyebab terbesar sakit mental emosional seorang istri adalah karena mereka merasa tidak dihargai oleh suami-suami. Jadi penting bagi suami maupun istri yang ingin menyaksikan Tuhan memberikan keajaiban-keajaiban dalam kehidupan rumah tangga, untuk mulai mengucapkan berkat, pujian kepada pasangan masing-masing.
Untuk para suami dan istri ucapkanlah selalu kata “I love you”, “kamu yang terbaik”, “engkau adalah anugerah terindah yang diberi Tuhan dalam hidupku”, “Aku sayang kamu”. Ucapkan setiap hari, setiap saat, karena pasangan Anda perlu untuk mengetahuinya.
Untuk para orangtua ucapkan kepada anak-anak Anda kata-kata luarbiasa seperti “John, kamu adalah pahlawan papa”, “mama bangga padamu”, “Lisa kamu adalah pemberian Tuhan yang terindah dalam hidup papa mama”. Ucapkan setiap hari, setiap saat, agar anak Anda dapat merasakan kasih Tuhan melalui Anda.
Yakobus 3:5
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar
James 3:5
Even so the tounge is a little member, and boasteth great things. Behold, how great a matter a little fire kindleth.
Kolose 4:5
“Hiduplah dengan penuh hikmat.., pergunakanlah waktu yang ada.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 32; 1 Tesalonika 4; Yesaya 15-16
Seorang musisi kawakan tahu bahwa penderitaan mendahului kemuliaan dan pujian. Ia mengalami masa-masa latihan yang berat dan melelahkan serta pengorbanan diri yang mendahului satu jam waktu pertunjukkan di mana segala jerih payahnya mendapat sambutan meriah.
Seorang murid tahu bahwa sebelum ia lulus dengan nilai yang baik, ia telah belajar, menyangkal diri, dan berkomitmen selama bertahun-tahun.
Para astronot meluangkan waktu latihan bertahun-tahun sebelum menempuh sebuah penerbangan pendek yang mungkin hanya selama beberapa hari.
Alkitab mengajarkan bahwa pengorbanan dan disiplin diperlukan apabila kita ingin menjadi hamba Tuhan yang setia. Paulus menulis, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (I Korintus 9:27).
Disiplinkan waktu Anda.. disiplinkan mata Anda.. disiplinkan pikiran Anda.. disiplinkan tubuh Anda.. semua demi Kristus.
Tidak akan ada yang namanya kemenangan tanpa sebuah pengorbanan.
1 Petrus 1:16
Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Istilah ‘jaman sekarang jaman edan' itu memang benar. Hal-hal yang tabu dibuka, yang melanggar etika sopan santun, justru sekarang laku dijual di pasar. Media massa menyoroti mereka yang terlibat sebagai ‘tokoh' dalam film porno. Mulai dari mahasiswa/i sampai artis terkenal diduga kuat sebagai ‘tokoh' tersebut. Bahkan ada sumber yang menjelaskan bahwa di salah satu negara barat setelah diedarkan angket, didapati lebih dari 70% pengisi angket tersebut pernah ‘masuk' ke situs internet berbau porno. Dan sekitar 50% diantaranya jadi kecanduan dengan situs tersebut. Seakan-akan tidak hidup jika sehari tidak membuka situs tersebut. Ironisnya, justru data tersebut adalah hasil angket yang diisi oleh para pelayan Tuhan.
Kondisi yang sangat menyedihkan bukan? Tidak ada orang yang kebal ‘pencobaan' di dunia ini. Itu sebabnya kita sebagai anak-anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan HARUS wapada dan terus tergantung kepada kuasa Allah sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak kudus di hadapan Allah. Mungkin kita tidak pernah membuka situs porno, atau melihat gambar dan film tersebut, tapi apakah pikiran atau perkataan kita sudah kudus di hadapan-Nya? Jangan lupa, Allah memanggil kita untuk hidup kudus.
Kekudusan merupakan jembatan yang dapat membawa anda dekat dengan Allah, jangan pernah memutuskannya.

Memang ibadah itu kalau disertai rasa, cukup memberi keuntungan besar.
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
"1 Timotius 6:6-10"
Jika ada artikel-artikel berkaitan kirim di sini Admin, akan kami posting secepatnya.
Selamat datang di Blog Petra Youth, semoga saja kalian bisa mendapatkan Informasi dari kegiatan pemuda kami.
Menjawab tantangan masa depan Era Teknologi dan Telekomunikasi Maka Kami Kompelka Pemuda GMIM Petra Kinilow - Tomohon dengan ini melangkah kedepandengan mempersembahkan kepada anda Website ini.Gereja GMIM PETRA KINILOW,Tomohon.Sulawesi Utara.