




.
JEMAAT GMIM PETRA KINILOW WILAYAH KAKASKASEN TOMOHON Komisi Pelayanan Kategorial Pemuda Jemaat "Petra" Kinilow Jl. Raya Tomohon-Kinilow Kel.Kinilow Kec. Tomohon Utara Kota Tomohon
![]() |
| Ibadah Pra Natal di Rayon V "Salvation" 2011 |
![]() |
| Ibadah Pra Natal di Rayon III "Via Dolorosa"2011 |
![]() |
| Ibadah Pra Natal di Rayon II "Shakila Glory" |
![]() |
| Ibadah Pra Natal di Rayon I "Ekklesia" 2011 |
| Pawai Paska Tahun 2010 |
| Komisi-Komisi di era Pnt. Julius Pangalila,Spd |
| Rapat Komisi dan Pengurus Rayon 2011 |
| Komisi dan Pengurus Rayon era Pnt. Chriestie Montolalu,Ssi 2011 |
| Pelayanan di Rumah Sakit Bethesda 2011 |
| Penjabaran Program 2011 |
| Ibadah Se WilKas di Tinoor 2011 |
Inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.





Bacaan : Mazmur 88
Nats: Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena
anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati
(Pengkhotbah 9:4)
Judul:
MENGHARGAI KEHIDUPAN
Anak lelaki itu terlahir cacat tanpa dua tangan. Dua kakinya pun
tak sempurna, tak cukup kokoh untuk menopangnya berdiri. Apabila
"berjalan", ia harus menggulingkan badannya di lantai. Namun, yang
membuat saya terkesan tatkala melihatnya melalui tayangan televisi
adalah sorot matanya. Tegas. Berani. Gigih. Di panti penampungan
itu, ia disayangi dan dilatih untuk mandiri. Dengan jemari kakinya
yang mungil, ia mampu memakai dan melepas baju, makan, menggosok
gigi, menulis, melukis. Ia dibuang orangtuanya sewaktu bayi. Kini
usianya sudah 10 tahun. Kehidupan tidak ramah kepadanya, tetapi ia
menjalaninya dengan tangguh.
Orang Yahudi di masa Perjanjian Lama sangat menghargai kehidupan.
Sebab, hanya ketika hiduplah manusia dapat berkiprah ini dan itu. Di
alam maut, semua nihil dan mustahil. Maka, umur panjang dipandang
sebagai berkat dan kemuliaan (Amsal 3:16). Hidup lebih baik daripada
mati. "Anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati, " kata
Pengkhotbah. Jika Tuhan berkenan, hidup patut dipertahankan dan
diperjuangkan. Bahkan ketika penyakit mengancam, doa dan pengharapan
untuk hidup tak boleh surut. Pergumulan ini tertuang jelas dalam
Mazmur 88. Dalam menghargai hidup, ada perjuangan untuk
mempertahankan dan menjalaninya.
Apakah kita menghargai kehidupan? Bagaimana dengan kenyataan banyak
janin digugurkan? Bom teror diledakkan? Penggunaan narkoba yang
mempertaruhkan masa depan dan nyawa? Apalagi kecenderungan bunuh
diri? Menghargai kehidupan memang butuh perjuangan. Ketangguhan
bocah cacat itu menggugah sekaligus menantang. Hidup karunia Tuhan
layak dijalani dengan tangguh --PAD
SIAPA SAJA YANG MENGHORMATI TUHAN, IA MENGHARGAI KEHIDUPAN
SEBAB TUHANLAH PENCIPTA KEHIDUPAN
"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." Matius 25:15
Bacaan : Yohanes 14:15-17, 25-31
Nats: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu
selama-lamanya (Yohanes 14:16)
Judul:
P.S. I LOVE YOU
P.S. I Love You, adalah sebuah novel yang difilmkan. Kisahnya
tentang wanita bernama Holly yang ditinggal suaminya, Gerry, yang
meninggal akibat kanker. Depresi karena kehilangan pasangan hi-dup
yang sangat dicintai membuatnya terus bersedih dan mengurung diri.
Pada hari ulang tahunnya, datang sebuah kaset rekaman dari Gerry.
Isinya, Gerry meminta Holly keluar dan merayakan ulang tahunnya.
Lalu, Gerry berjanji akan mengirim sepuluh surat kepada Holly, yang
masing-masing akan dikirim setiap bulan berikutnya. Surat-surat itu
menyadarkan Holly bahwa ia harus melanjutkan hidup.
Dan, setiap surat diakhiri dengan tulisan P.S. I Love You (N.B. Aku
mengasihimu). Sejak itu, Holly melanjutkan hidupnya dengan ringan,
meski tanpa Gerry di sisinya. Saat ditinggalkan oleh Yesus,
murid-murid juga mengalami perasaan yang serupa dengan Holly.
Dukacita dan kehilangan membuat mereka takut menjalani dan
meneruskan hidup. Namun, Yesus sangat mengasihi mereka. Itu sebabnya
Yesus menjanjikan datangnya Roh Kudus yang menolong mereka (ayat
16), menunjukkan kebenaran (ayat 17), menghibur (ayat 26), mengajar
(ayat 26), mengingatkan mereka (ayat 26), dan memberikan damai
sejahtera (ayat 27). Dengan begitu, mereka dapat melewati segala
sesuatu, walau tanpa kehadiran Yesus secara jasmani di sisi mereka.
Barangkali kita sedang merasa kehilangan atau merasa seorang diri.
Namun ingatlah, kita memiliki Roh Kudus yang akan menolong dan
menyertai, termasuk dalam masa-masa sulit. Izinkan Roh Kudus bekerja
di hidup kita. Kita akan melihat penyertaan-Nya yang luar biasa --GK
TUHAN TIDAK PERNAH MEMBIARKAN KITA SENDIRI
SEPERTI MENJAGA BIJI MATA-NYA, KITA DIJAGAI DAN DIKASIHI
Bacaan : Kidung Agung 8:5-7
Nats: Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak
dapat menghanyutkannya (Kidung Agung 8:7)
Judul:
KEKUATAN CINTA
Kerap orang kemudian mengartikannya sebagai ketundukan yang
memposisikan istri sebagai pelayan dan pengikut kehendak suami
Bilangan 19-21
Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai rektor
Universitas Internasional Columbia demi merawat Muriel, istrinya,
yang mengalami alzheimer atau gangguan fungsi otak. Muriel sudah
tidak bisa apa-apa, bahkan untuk makan, mandi, serta buang air pun,
ia harus dibantu. Pada 14 Februari 1995 adalah hari istimewa-tanggal
itu, 47 tahun lalu, Robertson melamar Muriel-maka ia memandikan
Muriel dan menyiapkan makan malam kesukaannya. Menjelang tidur ia
mencium Muriel, menggenggam tangannya, dan berdoa, "Bapa surgawi,
jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam, biarlah ia mendengar
nyanyian malaikat-Mu."
Paginya, ketika Robertson sedang berolahraga dengan sepeda statis,
Muriel terbangun. Ia tersenyum kepada Robertson. Dan, untuk pertama
kali setelah berbulan-bulan Muriel tak pernah berbicara, ia
memanggil Robertson lembut, "Sayangku ...". Robertson terlompat dari
sepeda statisnya. Ia memeluk Muriel. "Sayangku, kamu benar-benar
mencintaiku?" tanya Muriel lirih. Robertson mengangguk dan
tersenyum. "Aku bahagia." Itulah kata-kata terakhir Muriel sebelum
meninggal.
Alangkah indahnya relasi yang didasarkan pada cinta; tidak ada
kepedihan yang terlalu berat untuk dipikul. Cinta adalah daya dorong
yang sangat ampuh untuk kita selalu melakukan yang terbaik;
menjalani kegetiran tanpa isak, melalui kepahitan tanpa keluh,
melewati lembah kekelaman dengan kepala tegak. Tak heran Salomo pun
mengatakan, cinta kuat seperti maut (ayat 6). Maka, mari kita
me-numbuhkembangkan cinta di hati, untuk melandasi setiap tindakan
dan ucapan kita; di mana pun dan kapan pun --AYA
CINTA ADALAH DASAR YANG KOKOH TEGUH
UNTUK SEBUAH RELASI
Jika saya bicara tentang Allah, Alkitab, dan gereja, tetapi saya gagal untuk menjawab kebutuhan orang lain, maka saya hanya seperti tong kosong berbunyi nyaring.
Jika saya lulus dari sekolah Alkitab dan mengetahui semua jawaban atas segala pertanyaan Anda bahkan yang Anda tidak pernah pikirkan, dan saya memiliki semua gelar untuk membuktikannya, serta jika saya katakan bahwa saya percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa dan kekuatan, dan mengaku bahwa mendapatkan jawaban doa-doa yang luar biasa, namun tidak pernah tahu tentang apa yang membuat orang lain menangis dan tertawa, maka saya bukanlah apa-apa.
Jika saya menjual salah satu dari mobil saya dan beberapa koleksi buku saya untuk disumbangkan kepada anak-anak yang kelaparan dan miskin di suatu tempat, serta saya memberikan hidup saya untuk melayani Tuhan bahkan hingga kehabisan tenaga, tapi saya tidak pernah benar-benar perduli dengan orang-orang di sekeliling saya – ayah, ibu, putra, putri, dan mereka yang terlupakan – maka semua yang saya berikan sia-sia.
Itu semua bukanlah cinta atau kasih. Inilah cinta yang Tuhan maksudkan agar kita hidupi. Itu adalah kesabaran. Kesediaan untuk menunggu.
Cinta membuat Anda membantu orang lain, bahkan ketika yang Anda bantu tidak pernah mengenal Anda. Cinta tidak mencari padang rumput yang hijau. Cinta tidak pernah memegahkan diri. Cinta tidak membangun dirinya untuk menjadi sesuatu, TIDAK!
Cinta tidak melakukan sesuatu yang tidak sopan. Ia tidak berusaha untuk mengambil, namun cinta memberi dengan sukarela. Cinta tidak kehilangan kesabaran. Cinta tidak berubah-ubah pikiran, dia setia. Cinta tidak berpikir betapa sulitnya menghadapi orang lain, dan tentu saja tidak berpikir bagaimana akan menerima balasan atas kebaikannya dari orang lain. Cinta sangat berduka atas ketidakadilan, tetapi ia bersukacita atas kebenaran.
Cinta sedang duduk bersama dengan Anda ketika Anda sedang merasa kecewa dan mengetahui apa yang salah dan harus diperbaiki dalam hidup Anda. Cinta mengetahui perasaan Anda dan percaya pada Anda. Cinta percaya bahwa Anda akan hidup seperti yang telah Tuhan rencanakan, dan cinta membuat Anda bertahan hingga akhir. Ia tidak akan menyerah, berhenti, melemahkan atau pulang.
Cinta bertekun, bahkan ketika Anda merasa semuanya gagal dan sepertinya tidak ada orang yang bersama Anda. Cinta berhasil 100 persen sepanjang waktu.
Inilah Cinta yang sejati itu,
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. ~ 1 Korintus 13: 4-8
Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.
Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang.”
Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.
Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”
Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”
Kalau binatang punya facebook kira-kira statusnya kaya gini kali yaaa...
* Anjing pudel : Nunggu di jemput chayangku mo ke salon neeh...
* Kecoa : Baru aja selamet dri injekan maut...
* Kucing : Anak gw yg ke7 barusan nanya sapa bapaknya, gw bingung mw jwb apa, gw sendiri lupa bpknya siapa...
* Nyamuk : Gw positif HIV AIDS, gra2 salah isep, hiks...
* Ayam : Teman2, klo besok gw ga update brarti gw di goreng, luv u all...
* CumiCumi : Abis isi ulang tinta neeh...
* Babi : Gw difitnah nyebarin flu, sialan...
* Kambing : Jangan keluar rumah friends bentar lg idul adha
Suatu hari pemuda berpapasan dengan seorang gembala kambing. Terjadilah percakapan seperti ini.
Pemuda: Pak, boleh nanya nih?
Gembala: Boleh
Pemuda: Kambing-kambing Bapak sehat sekali. Bapak kasih makan apa?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda: Mmm…yang hitam dulu deh…
Gembala: Oh, kalau yang hitam, ia makannya rumput gajah
Pemuda: Oh kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga…
Pemuda: Hmmmm….kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda: Mmmm yang hitam dulu deh…
Gembala: Oh, kalau yang hitam, 4km sehari
Pemuda: Kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga…
Medengar jawaban itu, si pemuda mulai gondok.
Pemuda: Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak Pak per tahunnya?
Gembala: Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?
Pemuda (dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..
Gembala: Oh yang hitam banyak…10 kg/tahun.
Pemuda: Kalau yang putih?
Gembala: Yang putih juga
Pemuda: BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KEDUA KAMBING INI, KALO JAWABANNYA SAMA?!
Gembala: Oh begini Dik. Soalnya yang hitam itu punya saya…
Pemuda: Oh, begitu Pak. Maaf, kalo saya emosi…kalo yang putih?
Gembala: Yang putih juga
Jika ada artikel-artikel berkaitan kirim di sini Admin, akan kami posting secepatnya.
Selamat datang di Blog Petra Youth, semoga saja kalian bisa mendapatkan Informasi dari kegiatan pemuda kami.
Menjawab tantangan masa depan Era Teknologi dan Telekomunikasi Maka Kami Kompelka Pemuda GMIM Petra Kinilow - Tomohon dengan ini melangkah kedepandengan mempersembahkan kepada anda Website ini.Gereja GMIM PETRA KINILOW,Tomohon.Sulawesi Utara.